Gunungkidul (NewsFlash-RI.com) Ratusan warga Kabupaten Gunungkidul menjadi korban investasi oven jamu herbal, PT Khrisna Alam Sejahtera (KAS) . Investasi jutaan rupiah yang ditanam oleh masing-masing anggota lenyap dibawa kabur oleh bos perusahaan yang berpusat di Jawa Tengah tersebut . Akibatnya, warga Gunungkidul yang telah menanamkan investasinya mengalami kerugian puluhan juta bahkan sampai ratusan juta.
Diperoleh informasi Senin (9/9), warga Gunungkidul rela menginvestasikan dana mereka karena tergiur keuntungan sebesar 12 persen setiap minggu dari usaha oven jamu herbal dan juga rempah-rempah tersebut. Bahkan sebagian warga menjadikan investasi ini sebagai sumber utama penghidupan mereka dengan harapan perekonomian mengalami peningkatan namun justru buntung yang di dapat.
Menurut keterangan para korban, tawaran yang diberikan oleh perusahaan tersebut adalah 3 paket. Untuk paket 1, investor cukup menginvestasikan uangnya sebesar Rp 8 juta dan akan mendapatkan Rp 1 juta setiap minggunya. Paket 2, investor cukup menyediakan uang Rp 16 juta dan akan mendapatkan untung Rp 2 juta setiap minggu. Sementara paket 3 dengan nilai investasi Rp 24 juta dan akan mendapatkan keuntungan Rp 3 juta setiap minggunya.
Para Korban Investasi Jamu Herbal tersebut di peroleh dari informasi bahkan dari perorangan bahkan ada yang langsung menginvestasikan dana tersebut ke ke Kantot Klaten atau ada juga yang menginveskan di Kantor Cabang PT. KAS di dusun Kepil, Kampung, Ngawen, Gunungkidul.
Awalnya, para korban memang hanya mengambil pilihan paket dan di awal investasi keuntungan yang ia dapatkan cukup lancar 12 % setiap minggu. Setelah membayar, korban mengaku mendapatkan kiriman beberapa jenis rerempahan seperti temu ireng dan lain lain beserta mesin oven. Setelah dioven selama sepekan, rerempahan hasil ovenan tersebut diambil PT KAS dan langsung diberikan keuntungan sesuai dengan surat perjanjian kontrak antara kedua belah pihak.
Kedua orang bersama ratusan warga Gunungkidul lainnya kini bingung karena uang mereka tidak ketahuan di mana. Sementara bos PT KAS, Al Farizi juga menghilang bak ditelan bumi namun informasi yang telah di dapat telah di Tangkap oleh Petugas kepolisian Resor Klaten di wilayah Garut.
Terkait dengan kasus Penipuan Investasi Oven Jamu Herbal tersebut Ratusan warga Gunungkidul lantas mendatangi perwakilan PT KAS di Gunungkidul menuntut pertanggungjawaban atas investasi yang di berikan kepada PT KAS tersebut dan telah melaporkan Permasalahan tersbut yang saat ini di di tangani oleh Polres Gunungkidul dan Polda DIY.
Terkait dengan permasalahan tersebut Polres Gunungkidul menghimbau kepada 185 orang korban dan segenap warga masyarakat Gunungkidul agar menyerahkan sepenuhnya permasalahan tersebut kepada Kepolisian untuk penanganan dan saling menahan diri dan mencari solusi terbaik secara perdata ataupun secara pidana dan mampu kembali hidup rukun antara karyawan PT KAS yang berada di Kepil, Kampung, Ngawen dan sesama korban investasi Oven Jamu Herbal.(bud)


0 Comments