Gunungkidul (NewsFlash-RI) PSNU Pagar Nusa Gunungkidul menyatakan siap menciptakan kerukunan dan perdamaian menuju Indonesia damai disaat sela latihan rutin di Karangmojo, Gunungkidul (15/11/2019).
Pagar Nusa Gunungkidul ini berpusat di Desa Karangmojo, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul yang diketuai oleh Ibnu Mundzir, S.H sekaligus sebagai Guru Besar dari Perguruan Pagar Nusa
Pernyataan oleh PCNU Pagar Nusa Gunungkidul dilakukan untuk menyikapi maraknya kejadian bentrokan yang melibatkan antar perguruan bela diri hingga menimbulkan korban, ungkap pria yang akrab dipanggil “Ibnu” saat ditemui pada sela latihan.
Bentrokan antar perguruan bela diri akhir-akhir ini sering terjadi di beberapa daerah, yang paling menjadi sorotan ialah bentrokan antara Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) dengan Persaudaraan Setia Hati Tunas Hati Winongo di Wonogiri yang menyebabkan korban yang menimpa Kasat Reskrim Polres Wonogiri AKP Aditya Mulya yang pada saat itu sedang melerai antara kedau kelompok sehingga harus dirawat di ICU RS dr. Oen Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo.
Ilmu beladiri yang diajarkan di perguruan Pagar Nusa selama ini mempunyai dampak positive terhadap para pengikutnya yang mayoritas dari kaum pemuda, karena di sini kami membentuk mental yang tegas dan disiplin serta berjiwa suka menolong terhadap sesama manusia, tidak bosan kami sampaikan kepada para anggota kami untuk menjauhi hal – hal yang dilarang oleh agama dan perbuatan yang melanggar hukum, “jelas Ibnu”.
Dengan pernyataan Perguruan Pagar Nusa Gunungkidul yang siap menciptakan kerukunan dan perdamaian menuju Indonesia damai semoga menjadi teladan bagi perguruan beladiri lain, karena sejatinya ilmu beladiri adalah sarana untuk membentuk mental pendekar yang berjiwa pemberani untuk saling tolong-menolong terhadap sesama manusia bukan untuk menayikiti orang lain, “tambah Ibnu (don)



0 Comments