Suporter Trah Kulon: Siap Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif di Bantul


Bantul (newsflash-ri)_Ditengah situasi Persiba Bantul yang tidak berhasil lolos ke Liga 2 dan harus legowo berada di Liga 3 Nasional serta fakumnya kepengurusan Paserbumi (Pasukan Suporter Bantul Militan) muncul isu yang tak sedap di kalangan suporter Paserbumi. Sempat beredar kabar bahwa kelompok suporter Trah Kulon memisahkan diri dari naungan Paserbumi dan berdiri dengan bendera sendiri.



Terkait kabar yang beredar tersebut disangkal oleh  para pengurus Trah Kulon, sdr. Samsudin atau yang lebih akrap disapa Kasod saat ditemui awak media menyatakan bahwa Trah Kulon tidak memisahkan diri dari Paserbumi dan tetap dibawah naungan Paserbumi. Sudah disampaikan juga klarifikasi kepada Sdr. Rumawan (mantan Lurah Paserbumi) selaku yang dituakan di Paserbumi.


“Sudah kami sampaikan ke mas Rumawan dan akan diteruskan kepada anak-anak Paserbumi, kami tetap di bawah Paserbumi tetap mendukung tim Persiba Bantul, hanya soal ideologi atau aliran yang kami angkat saja yang berbeda. Paserbumi itu kan mania, kalau CNF ultras, sedangkan kami hooligans”, jelas Kasod selaku Koordinator Bidang Lapangan.

Srd. Ganjar selaku salah satu koordinator menambahkan, “Trah Kulon Hooligasn Persiba adalah wadah suporter Persiba Bantul dibawah naungan Paserbumi yang berideologikan hooligans yang berasal dari Inggris kemudian diadopsikan ke budaya kita yang ketimuran. Anggota Trah Kulon yang terdaftar resmi dan mempunya KTA ada sekitar 250 orang”.

Saat ditemui awak media setelah rapat koordinasi pengurus di markas Trah Kulon di Ruko Terminal Palbapang No. 28 Jl. Panembahan Senopati Palbapang Bantul Minggu Sore (8/3) sdr. Dodi Purnama Jati selaku Pembina Trah Kulon juga menegaskan bahwa hubungan Trah Kulon dengan Paserbumi baik-baik saja, demikian juga dengan CNF. “Harapan kami selaku Pembina Trah Kulon menginginkan para anggota Trah Kulon mempunyai etika dan sopan santun baik di jalan maupun di lapangan, bisa berperan dalam menjaga situasi yang kondusif di kabupaten Bantul ini. Sehingga dapat merubah stigma yang negatif di masyarakat terhadap suporter bola dan dapat memberikan dampak positif untuk kebesaran tim Persiba Bantul”, ungkap Dodi.

“Trah Kulon tidak hanya sebagai wadah untuk suporter saja namun kami juga merencanakan untuk kegiatan sosial masyarakat lainnya seperti bagi jaktil, donor darah, santunan, peduli bencana dan kegiatan sosial lainnya, sehingga Trah Kulon juga bermanfaat untuk masyarakat”, pungkas Dodi.

Bahwa Trah Kulon juga mempunyai komitmen untuk turut serta dalam menciptakan kondusifitas di wilayah Bantul, serta para pengurus juga menghimbau untuk anggota Trah Kulon agar selalu tertib berlalu lintas dengan menggunakan helm dan tidak menggunakan knalpot blombongan.(jex)

0 Comments