ASPEK Mendukung Kebijakan Pemerintah Untuk Kondusifitas Wilayah Kaliurang

Sleman (newsflash-ri)_____Wabah virus corona berdampak parah tak hanya bagi kesehatan tetapi juga sektor ekonomi di Jogja. Industri pariwisata khususnya perhotelan yang jadi andalan,  puluhan hotel di Sleman terpaksa berhenti beroperasi lantaran rendahnya tingkat okupansi wisatawan.




Imbauan ditutupnya akses pariwisata menyusul adanya upaya untuk memutus rantai penyebaran virus corona memunculkan permasalahan baru. Warga khususnya  yang menggantungkan hidup dari hasil  di lokasi wisata terpaksa meliburkan diri hingga waktu yang tak ditentukan. Kini mereka hanya bisa mengikuti imbauan untuk tutup dan pasrah tanpa penghasilan. 

Kawasan wisata lereng Merapi tercatat ada cukup banyak sektor yang mengandalkan daya tarik gunung tersebut sebagai mata pencaharian. Mulai dari pemilik penginapan hingga pedagang kecil maupun pemilik warung. Ada cukup banyak orang yang bergantung hidup dari pariwisata. Namun sejak virus corona ini melanda hingga ke Yogyakarta, masyarakat ini tak bisa berbuat apa-apa. Tak ada sepeserpun bisa dikantongi lantaran tutupnya mata pencaharian mereka.

Heribertus Indiantara selaku Ketua Asosiasi Perhotelan Kaliurang menceritakan tepatnya sejak tanggal 26 Maret 2020 tempat-tempat wisata ditutup. Hal itu menyusul dari imbauan oleh dinas pariwisata kabupaten Sleman, terkait langkah pencegahan corona. Tempat wisata ditutup sehingga hotel pun menjadi kosong oleh turis.  

Ketua ASPEK ( Asosiasi Perhotelan Kaliurang)  sdr. HERIBERTUS  INDIARTANA menjelaskan bahwa sebagai asosiasi perhotelan yang ada di Kaliurang ini membantu memutus rantai penularan rantai COVID-19. Dan dasar dari surat penutupan kawasan wisata Kaliurang, kami mengimbau kepada semua anggota untuk sementara menghentikan kegiatannya  untuk sementara tutup karena kawasan wisatanya ditutup. Tak hanya hotel, beberapa tempat penginapan yang juga masuk ke dalam asosiasi perhotelan Kaliurang  seperti pemilik tempat penginapan maupun homestay harus kehilangan kunjungan. Akibatnya kamar-kamar yang biasa berjubel wisatawan datang kini kosong melompong.   Artinya dari maklumat kapolri misalnya ada hotel ada penginapan yang khusus untuk rombongan sekarang di maklumat kapolri tidak boleh berkumpul massa, maka kita tidak bisa buka,

Saat ditanya soal kerugian, jelas rugi. Ia tidak bisa dapat pemasukan dan kini hanya mengandalkan biaya hidup dari sisa-sisa penghasilan di waktu sebelumnya.  


Tentang keinginan para pengelola hotel di kawasan wisata Kaliurang yang berencana akan membuka kembali hotelnya pada pertengahan atau akhir bulan Mei 2020 karena sudah hampir sebulan lebih tidak beroperasi  dirinya menegaskan bahwa memang ada usulan seperti itu dan dirinya memaklumi karena menyangkut masalah perut. Namun hasil koordinasi dengan perangkat desa Hargobinangun beberapa waktu yang lalu hal tersebut menimbulkan keresahan warga masyarakat yang tinggal di lingkungan sekirarnya karena khawatir tamu yang datang ke hotel akan membawa virus covid 19 ditambah sarana dan prasarana hotel yang ada saat ini masih belum memenuhi standar protokol kesehatan . HERIBERTUS   menegaskan bahwa para pengelola hotel dan pondok wisata akan tetap konsisten dan tetap mengikuti kebijakan pemerintah dengan menunggu terlebih dahulu instruksi dan arahan dari Kabupaten Sleman dalam hal ini dinas pariwisata. 

Ia pun berpesan untuk para pengelola hotel di kawasan  wisata  kaliurang untuk mematuhi aturan dan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah daerah Kabupaten Sleman , selaku ketua ASPEK beserta jajaran pengurus akan selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mengetahui perkembangan situasi dan sambil menunggu  hal tersebut kepada anggota ASPEK  dihimbau juga untuk melakukan perbaikan dan pembenahan sarana serta prasarana yang ada di hotelnya sehingga apabila beroperasional telah siap dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Harapannya jika pandemi berakhir tempat hotel wisata yang dikelola tetap dalam kondisi baik. 

Secara terpisah Kepala bidang Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ny. Nyoman Rai Savitri ,S.Psi .M.Ec. Dev pjs menyatakan sangat setuju dengan langkah yang diambil ASPEK dengan menutup dulu usahanya sambil menunggu instruksi dari Pemerintah Kabupaten maupun Propinsi.  Apabila Pemda telah membuka kembali obyek wisata Kaliurang maka kepada para pengelola Hotel dipersilahkan untuk beroperasi kembali. Ibu Nyoman  menambahkan ditengah situasi yang tidak menentu ini , marilah kita saling bekerja sama, pengusaha, masyarakat bergotong royong  dan saling meningkatkan koordinasi baik dengan pemerintah daerah setempat maupun dengan aparat kepolisian guna menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif ditengah situasi Pandemi Covid 19 yang saat ini sedang terjadi.(bw)

0 Comments