KOKAM Sleman Mendukung Kebijakan Pemerintah Dalam Pelaksanaan Takbiran Dan Sholat Idul Fitri Pada Masa Pendemi Covid 19

Sleman (newsflash-ri)______Musibah Pandemi Covid 19 / Virus Corona yang menjangkit di Indonesia mengakibatkan berbagai dampak yang dirasakan oleh masyarakat, selain menimbulkan banyaknya korban jiwa dampak tersebut mencakup dampak ekonomi, sosial, dan keamanan. diketahui hingga saat ini belum ada obat/vaksin ampuh untuk menenyembuhkan Covid 19 / Virus Corona.



Di Kabupaten Sleman dampak dari pandemi Covid 19 sudah sangat terasa, berbagai pedesaan melakukan isolasi mandiri (lock down), penurunan aktivitas masyarakat juga begitu terasa baik itu secara sosial, ekonomi maupun keamanan. Pusat-pusat perbelanjaan maupun pasar tradisional mulai terasa dampaknya dengan sepi pengunjung serta menurunnya omset penjualan.

Saat ini sudah memasuki akhir Bulan suci Ramadhan dimana setelah melaksanakan ibadah puasa selama 1 bulan umat Islam akan merayakan Hari Raya Idhul Fitri sebagai pertanda hari kemenangan. rangkain Hari Raya Idhul Fitri selalu ditandai dengan kegiatan Takbiran dan Ibadah Sholat Idul Fitri.



Dalam pelaksanaannya kedua kegiatan tersebut selalu identik dengan kemeriahan dan melibatkan peran serta jamaan /masyarakat dalam jumlah yang banyak. Dimasa Pandemi Covid 19 seperti ini jauh-jauh hari pemerintah telah memberikan himbauan agar pelaksanaan Takbiran dan Sholat Idhul Fitri dilaksanakan dirumah guna mencegah penyebaran virus mematikan tersebut.

Mensikapi himbauan pemerintah tersebut, Ormas Islam Muhammadiyah Sleman melalui sayap organisasinya yaitu KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) telah memberikan himbauan kepada warganya untuk melaksanakan Takbiran dan Sholat Idhul Fitri dirumah masing-masing.

“Marilah teman-teman pemuda Muhammadiyah kita mengawal fatwa PP Muhammadiyah dan menghimbah untuk melaksanakan takbiran dan Sholad Id’ dirumah saja” kata Marwan Hamid selaku ketua Kokam Sleman, Kamis (7/5). Lebih lanjut Marwan Hamid menjelaskan agar seluruh kader Kokam mengedukasi masyarakat sehingga tidak terjadi kegaduhan yang dapat mengurangi kenyamanan dan nilai ibadah itu sendiri.

Sebelumnya berdasarkan hasil hisab yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Minggu (24/5/2020).

Selain itu, PP Muhammadiyah menganjurkan masyarakat tidak salat berjemaah di lapangan terbuka.Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, setelah mengkaji kondisi Indonesia pihaknya menilai saat ini belum menunjukkan penurunan penularan wabah COVID-19. Sehingga situasi saat ini dipandang masih tidak aman untuk berkumpul orang banyak.

"Maka salat Id di lapangan sebaiknya ditiadakan atau tidak dilaksanakan," katanya melalui keterangan tertulis.(dar)

0 Comments