Batal Lakukan Unjuk Rasa, Forum Masyarakat Peduli Nglegi Serahkan Permasalahan Kepada Pemerintah Gunungkidul

Sleman (newsflash-ri)____Penyalahgunaan KTP tanpa seijin pemilik yang dilakukan oleh oknum pamong Kalurahan Nglegi, Patuk untuk kepentingan dukungan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati jalur perseorangan menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat.




Samsul selaku Ketua Forum Masyarakat Peduli Nglegi telah mengklaim bahwa masyarakat merasa dirugikan atas perbuatan yang tidak mencerminkan seorang pamong desa akan dituntut mundur dari jabatannya oleh masyarakat setempat.

Sebelumnya, Samsul berencana pada hari Minggu 9 Agustus 2020 di kantor Kalurahan Nglegi akan melakukan aksi unjuk rasa bersama masyarakat Kalurahan Nglegi kepada Lurah dan Pemerintah Nglegi dengan tuntutan pamong kalurahan yang menjadi oknum penyalahgunaan KTP tanpa seijin pemilik agar mundur dari jabatannya.

Namun pada pelaksanaan aksi unjuk rasa tersebut gagal dilaksanakan dan Samsul bersama 4 perwakilan hanya melakukan audiensi yang diterima oleh Lurah Nglegi bersama unsur Forkompimca setempat dengan tuntutan yang sama.

Setelah dilakukan upaya musyawarah bersama, akhirnya atas nama masyarakat Nglegi menyerahkan permalahan tersebut kepada pemerintah Kabupaten Gunungkidul agar dapat segera dirampungkan dan untuk menjaga situasi wilayah Nglegi aman dan kondusif.

“Sebelumnya kami memang berencana akan melakukan aksi tuntutan kepada oknum pamong Kalurahan Nglegi yang telah melakukan pelanggaran. Tapi setelah kami pertimbangkan aksi yang melibatkan massa banyak tidak akan efektif, justru akan memperkeruh situasi dan dapat melanggar protokol kesehatan Covid-19” ujar Samsul.

Samsul berkomitmen bahwa keamanan dan kondusifitas di wilayah Nglegi menjadi prioritas utama dan akan pasrah atas keputusan dari pemerintah Kabupaten Gunungkidul terkait permasalahan penyalahgunaan KTP oleh oknum pamong setempat.(her)

0 Comments