Gereja Katholik Keluarga Kudus Siap Hadapi AKB

Sleman (newsflash-ri)____Musibah Pandemi Covid 19 / Virus Corona yang mulai menjangkit di Indonesia pada bulan maret 2020 silam mengakibatkan berbagai dampak yang dirasakan oleh masyarakat, selain menimbulkan banyaknya korban jiwa dampak tersebut mencakup dampak ekonomi, sosial, dan keamanan. diketahui hingga saat ini belum ada obat/vaksin ampuh untuk menenyembuhkan Covid 19 / Virus Corona. 



Saat ini sudah 6 bulan berlalu dan Memasuki era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) namun ancaman covid 19 belum menandakan adanya penurunan, malah cenderung meningkat dengan adanya berbagai klaster baru


Guna mencegah semakin meluasnya penyebaran covid 19 pemerintah telah mencanangkan protokol kesehatan dengan menghimbau masyarakat untuk melaksanakan program M3T (Mencuci tangan, Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Tidak Berkerumun)


Peran serta tempat peribadatan seperti Masjid dan Gereja dalam mensukseskan program pemerintah tersebut sangat krusial karena tempat ibadah dengan pimpinan jamaat dan pengurusnya dianggap mempunyai pengaruh besar dalam prilaku para jemaat.


Salah tempat peribadatan Katholik mempunyai ribuan jemaat adalah Gereja Katholik Keluarga Kudus yang beralamat di Jalan Kaliurang Km.7,5 Trompol Pos 2, Ngabean Kulon, Sinduharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta  dengan Romo Wahyudi sebagai pimpinan Gereja.


Saat ditemui Romo Wahyudi menyatakan mendukung upaya pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus Covid 19 dan menghimbau masyarakat khususnya jemaat Gereja Katholik Keluarga Kudus Banteng untuk selalu menerapkan protokol dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam beribadah “mensikapi pandemi yang belum mereda dan bahkan cenderung meningkat maka saya menghimbau bapak ibu terutama jemaat Gereja Katholik Keluarga Kudus Banteng untuk tetap  taat terhadap aturan pemerintah terutama dalam menerapkan protokol kesehatan” ucap Romo Wahyudi

“Semoga dengan pola hidup sehat dan ketertiban dalam penerapan protokol kesehatan pandemi ini segera berlalu “ lanjut romo sekaligus pimpinan pengurus Gereja Banteng tersebut.


Selama masa pandemi kegiatan peribadata di Gereja Katholik Keluarga Kudus Banteng dilaksanakan terbatas untuk para pengurus saja yang jumlahnya hanya sekitar 20 orang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, sementara untuk kegiatan Ibadah dengan melibatkan Jemaat yang banyak ditiadakan sampai batas waktu yang belum ditentukan menunggu perkembangan situasi.(ndr)

0 Comments