Warga Batak Mengajak Kerukunan Hindari Isu Sara di Wilayah Sleman

 



Sleman (newsflash-ri)____Sebutan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kota pelajar dan kota wisata telah membuat banyaknya pendatang dengan tujuan untuk menempuh pendidikan di PTN / S maupun bertujuan untuk bekerja. 


Kabupaten Sleman merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki banyak PTN / S maupun lokasi tujuan wisata sehingga hal tersebut menarik banyaknya pendatang dan menciptakan keanekaragaman budaya. 


Peristiwa rantau-merantau sering terjadi dalam masyarakat. Seseorang pergi merantau didorong oleh berbagai macara motivasi, seperti menuntut ilmu atau mencari nafkah. Peristiwa seperti itu juga dialami oleh anggota masyarakat suku Batak. Anggota masyarakat suku Batak banyak yang merantau ke berbagai daerah, baik ke Jawa maupun di luar Jawa bahkan ada yang ke luar negeri. Hal tersebut mereka lakukan dengan tujuan menuntut ilmu atau mencari nafkah. 


Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tujuan tempat perantauan mereka karena dikenal sebagai kota pelajar yang memungkinkan mereka menuntut ilmu sekaligus mencari pekerjaan. Di samping itu predikat "kota pelajar" itu menarik perhatian mereka yang ingin mencari nafkah dengan cara wiraswasta. 


Para perantau itu akhirnya banyak yang menetap di DIY karena merasa sudah mapan hidupnya. Mereka yang semula hanya ingin menuntut ilmu akhirnya mendapat pekerjaan di DIY bakan banyak pula yang mendapatkan jodoh di DIY, baik dengan sesama suku maupun antar suku. 


Banyak warga suku batak yang telah menetap di Kabupaten Sleman diantaranya berada di Kecamatan Pakem, Sleman. Dalam menjalin persaudaraan diantara warga suku batak telah dibentuk kelompok yang beranggotakan warga suku batak dari wilayah Pakem. 


Kami mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan salah satu tetua kelompok warga batak di wilayah Pakem salah satunya Bapak Joni. 


" Kami sudah bertahun-tahun tinggal di wilayah Kecamatan Pakem untuk bekerja, selama kami merantau kami sangat senang dengan lingkungan serta warga asli di sini yang terkenal ramah " ungkap Joni, Minggu (8/11)


Dalam kesempatan tersebut Bapak Joni mengajak seluruh warga Batak yang tinggal di Kabupaten Sleman agar selalu kompak dan menjaga silaturahmi dengan warga asli Sleman. 


" Keanekaragaman suku dan budaya di Kabupaten Sleman selain memberikan dampak positif juga rentan akan permasalahan komplek diantaranya permasalahan sara yang merupakan permasalahan sangat peka sehingga dapat menimbulkan ancaman terhadap terjadinya perselisihan secara luas" ungkap Joni. 


Bapak Joni mengajak seluruh warga di Kabupaten Sleman khususnya warga batak untuk bijak dalam menyikapi permasalahan yang dapat mengarah kepada sara. 


Bapak Joni mengatakan "Kami mendukung Aparat keamanan dalam menciptakan kondusifitas di wilayah Kabupaten Sleman dengan menangkal isu-isu sara yang banyak beredar terutama di media sosial".(dde)

0 Comments