Gunungkidul (newsflash-ri)____ Belasan relawan penanganan Covid-19 bersama Badan Musyawarah Kalurahan (Bamuskal) Kalurahan Pengkol Kapanewon Nglipar Gunungkidul mengundurkan diri. Pengunduran diri tersebut mereka lakukan di karenakan tidak ada dukungan dari pemerintah kalurahan terkait kegiatan pemakaman jenazah Covid-19 di kalurahan Pengkol, Nglipar, tersebut.
Koordinator Relawan Covid-19 Kalurahan Pengkol, Andri Susilo menuturkan selama pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama dua tahun ini relawan banyak bekerja secara sendiri-sendiri karena tidak ada koordinasi dan dukungan dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kalurahan Pengkol.
Selama ini relawan Covid-19 tersebut melaksanakan kegiatan sendiri melakukan pemakaman jenazah Covid-19. Terkait dengan operasional termasuk Alat Pelindung Diri (APD), konsumsi ataupun juga perlengkapan lainnya, para relawan harus patungan bahkan meminta dari desa sebelah ataupun ketempat lain.
Namun belakangan mereka mengetahui ternyata di Kalurahan ada anggaran penanganan Covid-19 sebesar 8% dari Anggaran Pendapatan Belanja Kalurahan (APBKal). Tetapi ternyata anggaran tersebut tidak pernah mereka rasakan untuk mendukung pemakaman jenazah Covid-19.
" yang di sayangkan dana tersebut ke mana larinya. Selama ini ketika kami melakukan pemakaman jenazah Covid-19, pamong tidak pernah ada yang hadir," tambahnya.
Bersamaan dengan Kegiatan Audiensi tersebut BaMusKal juga menyatakan sikap untuk mengundurkan diri karena menyatakan sikap tidak sejalan dengan kinerja pemerintah desa Pengkol.
Sumarna Selaku Ketua BaMusKal (09/8/2021) menyatakan terkait dengan situasi Politik desa Pengkol walaupun dirinya dan anggota Bamuskal yang lain mengundurkan diri namun selama dirinya belum mendapatkan Surat Keputusan dari Bupati juga masih bertanggungjawab terhadap kegiatan pemerintahan di desa Pengkol.(sur)


0 Comments