Antisipasi PMK Pasar Hewan Siyono Tutup Sementara

Gunungkidul (newsflash-ri)_____Pasar Hewan Siyono Harjo di Kalurahan Logandeng, Playen, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta, ditutup selama 14 hari. Pasar hewan tersebut ditutup setelah adanya temuan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK).



Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, mengatakan penutupan Pasar Hewan Siyono Harjo sudah diumumkan kepada seluruh pedagang pada Sabtu 28 Mei 2022. Rencananya penutupan juga akan dilakukan di pasar hewan lainnya apabila ditemukan kasus yang sama.


Hal Serupa juga di utarakan oleh Sdr. Isnaning Suindarti  selaku  Lurah Pasar Hewan Siyono, Minggu ( 5/ 6/ 2022 ) bahwa penutupan pasar hewan  Siyono tersebut akibat di temukannya beberapa kasus Penyakit Mulut dan Kuku pada Sapi di Pasar hewan yang telah di lakukan pemeriksaan secara random oleh petugas kesehatan hewan beberapa waktu yang lalu.  


Menurut dia, selama penutupan akan dilakukan upaya pencegahan dengan membersihkan area pasar. Selain itu, juga ada program sterilisasi melalui penyemprotan cairan disinfektan.


Isnaning menambahkan agar penyebaran PMK tidak semakin luas akan bekerjasama dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk penanggulangan. Salah satunya dengan mengintensifkan pengawasan serta peningkatan kebersihan serta upaya sterilisasi.


“Upaya pencegahan oleh pemerintah  akan terus  digalakkan dengan meningkatkan pengawasan di pasar hewan lainnya, Kalau memang ada temuan kasus di beberapa pasar lain, maka pasar hewan akan ditutup sementara seperti di Siyono” karena di Pasar Siyono menemukan enam ekor sapi yang diduga mengalami PMK. Ciri-cirinya, suhu tubuh hewan tinggi, ada luka di bagian mulut serta mengeluarkan air liur,  namun temuan tersebut masih sebatas suspek. Untuk kepastian, enam ekor sapi tersebut harus dites uji laboratorium.  Penutupan pasar hewan tersebut juga sudah di sampaikan kepada segenap komponan pasar yang melakukan kegiatan transaksional di pasar hewan  siyono, dan secara umum dapat menerima kebijkan pemerintah tersebut, dengan tujuan dari pemerintah penyakit mulut dan kuku tersebut tidak menyebar  sehingga para pedagang dapat kembali beraktifitas seperti biasa.(wa)


0 Comments